Dewasa
ini, kita sering sekali mendengar atau mengetahui berita tentang ketidaksehatan
mental. Ketidaksehatan mental ini ada berbagai macam dari yang ringan sampai
yang sudah berat dan perlu terapi untuk menyembuhkannya. Dan kita sabaiknya
mencegah agar kondisi mental kita tetap sehat tetapi apabila sudah terkena
ketidaksehatan mental maka kita harus mendekatkan diri kepada sang pencipta,
kita harus memperhatikan pola hidup kita dimulai dari pagi hari ketika baru
bangun tidur sampai malam hari ketika kita sudah selesai beraktifitas. Dimulai
dari pola makan, pola tidur, dan lain sebagainya kita harus mengatur ulang pola
hidup kita. Dan kita juga harus bisa menjaga diri tidak gampang percaya kepada
orang yang baru kita kenal agar kita tidak mudah terjerumus ke dalam hal-hal
yang negative sehingga bisa membuat mental kita mudah terganggu, selain itu
kita juga harus berolahraga yang teratur Karena jiika raga kita sehat maka
mental kita juga akan sehat. Kemungkinannya sedikit untuk terkena gangguan
mental jika kita rajin berolahraga. Selanjutnya kita jangan pernah memendam
emosi kita karena memendam emosi dapat berdampak buruk bagi kondisi kesehatan
mental kita, sebaiknya jika kita mempunyai masalah atau persoalan yang sulit
atau berat kita ceritakan saja kkita sharing keoeang yang kita percaya agar
beban di pikiran berkurang dan kita juga menjadi lebih lega atau lepas. Selain
itu kita juga harus selalu bersikap positif terhadap apa yang kita alami yang
terakhir adalah kita sesekali herus mengunjungi tempat-tempat yang membuat kita
lebih tenang misalnya pergi ke pantai, ke daerah pegunungan atau tempat-tempat
lain yang bisa menbuat kita lebih rileks. Itulah pendapat saya mengenai cara
mengatasi ketidaksehatan mental. Sebagai manusia kita pasti akan mengalami yang
namanya gelaja ketidaksehatan mntal tetapi akan lebih bijak lagi bila kita
mencegah ketidaksehatan mental dengan menjaga pola hidup kita. Selain dapat
menyehatkan raga kita jika kita pintar-pintar mengatur pola hidup kita maka
kondisi jiwa dan psikis kita akan sehat juga.
Rabu, 25 Juni 2014
Minggu, 20 April 2014
Tulisan 2 Kesehatan Mental
1. Pengalaman Stress
Setiap orang pasti pernah mengalami yang namanya stress. Entah itu
stress ringan atau stress berat tergantung dari masalah yang dihadapi. Saya juga
mempunyai pengalaman stress pada waktu itu saya gagal lolos tes SNMPTN (seleksi
nasional masuk perguruan tinggi negeri). Ketika tahu saya gagal lolos tes
tersebut saya merasa sangat sedih hingga akhirnya mengalami stress ringan. Pada
saat stress saya mengalami yang namanya susah tidur sering melamun karena
memikirkan kegagalan saya di seleksi tersebut. Padahal saya sudah semaksimal
mungkin mengerjakan soal-soal yang telah disediakan panitia seleksi tersebut
tapi ternyata hasilnya jauh dari perkiraan saya.
Selain tidak bisa tidur, saya juga mengalami tidak napsu makan. Karena saya
sudah terlanjur kecewa dalam hasil yang saya terima. Namun, saya menyadari
bahwa kesedihan saya yang berlarut-larut tidak akan merubah keadaan. Sehingga,
saya pun memutuskan untuk bangkit dari semuanya dan saya memilih untuk memilih
universitas swasta yang sudah dipilih oleh orang tua saya. Dan saya lebih
mendekatkan diri ke yang maha kuasa. Lebih rajin sholat dan mengaji agar hidup
saya lebih tenang dan tidak memikirkan massa lalu saya yang suram itu dan bisa
mebjalani hidup dengan lebih santai lagi kedepannya.
2. Contoh kasus stress
Caleg gagal, curi
kotak suara hingga gantung diri
Minggu, 13 April 2014 00:11 WIB
Depok (ANTARA News) -
Politik uang dalam Pemilu 2014 mulai menjadi bumerang setelah membagi-bagi uang
dan barang, banyak caleg tetap tidak mendapatkan cukup suara sehingga gagal
melenggang ke dewan perwakilan. Kecewa, marah dan stress membuat mereka
melakukan beragam ulah mulai dari mencuri kotak suara, memblokir perumahan
bahkan hingga bunuh diri.
Usai pencoblosan, caleg dari PKS, Muhammad Taufiq (50) misalnya kecewa dan marah karena perolehan suaranya minim. Pria ini ditemani Asmad (50) tiba-tiba keluar dari rumah dan mendatangi TPS 2 Dusun Cekocek, Desa Bierem, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang.
Saat itu, petugas baru saja merampungkan penghitungan suara. Tanpa permisi, Taufiq dan Asmad langsung mengambil paksa sebuah kotak suara di TPS tersebut.
"Merasa tidak puas dengan hasil perhitungan suara, kedua pelaku pergi ke TKP dan mengambil kotak suara secara paksa, kemudian dibawa ke rumah saudara Taufik," kata Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Ronny F Sompie sambil menambahkan bahwa kedua pelaku kemudian diamankan Panwascam Tambelangan.
Ulah keterlaluan dilakukan caleg yang tidak lolos seleksi pemilu legislatif . Beberapa bantuan yang sempat diberikan ke masyarakat mereka tarik lagi. Di Tulungagung, Jawa Timur seorang caleg menarik kembali sumbangan material untuk pembangunan sebuah mushola, sementara di Kolaka, Sulawesi Tenggara sebuah mushola disegel.
Pembangunan mushola di RT 2 RT 2 Desa Majan, Kecamatan Kedung Waru, Tulungagung, bisa jadi akan terhambat. Pasalnya, material bantunan Haji Miftahul Huda, seorang caleg Partai Hanura ditarik kembali, gara-gara dia kecewa karena perolehan suaranya pada pemilu legislatif 9 April lalu di luar harapan.
Material berupa 2000 batu bata, 10 zak semen dan satu truk pasir memang diberikan Miftahul Huda untuk pembangunan mushola saat masa kampanye lalu melalui salah satu tim suksesnya. Namun Miftahul menarik kembali sumbangan ini, karena di tempat ini ia hanya memperoleh 29 suara di RT 2 RW 2 Desa Majan.
Penarikan bantuan gara-gara caleg gagal juga terjadi di Sulawesi Tenggara. Seorang kepala desa di Kabupaten Kolaka menyegel sebuah sekolah Taman Kanak Kanak dan Tempat Pendidikan Anak Usia Dini. Bahkan mengancam akan mengusir seluruh guru dan kepala sekolahnya setelah dua orang caleg titipan sang kades kalah di TPS dusun ini.
Menurut Kepala Sekolah TK, Darma, dua caleg titipan kades yakni dari Partai PKP dan PDIP gagal memperoleh cukup suara. Akibat penyegelan ini sebanyak 27 siswa TK terpaksa belajar di rumahnya masing-masing
Lain lagi dengan Witarsa, sehari pascapencoblosan lelaki ini dibawa anggota keluarganya ke sebuah padepokan di Desa Sinarancang, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon. Caleg dari Partai Demokrat untuk Dapil Jabar X ini mengalami stres akibat perolehan suaranya sangat minim, sehingga gagal menjadi anggota DPRD Jawa Barat. Padahal, modal yang dikeluarkannya sangat besar.
Ketika dibawa ke padepokan itu, Witarsa masih mengenakan seragam Partai Demokrat. Dia menjalani pengobatan di padepokan dengan cara dimandikan dulu, lantas dibacakan ayat-ayat suci Al- Quran.
Saat menjalani pengobatan dari Ustadz Ujang Bustomi Witarsa bahkan sempat menangis. Dia mengaku stres karena perolehan suara untuknya sangat minim. Padahal, modal yang dikeluarkan sangat besar. Ia mengaku pusing dengan tagihan utang sebesar Rp 300 juta.
Caleg dari Partai Amanat Nasional (PAN), Anselmus Petrus Youw, nekat menutup jalan masuk Perumahan Satpol PP dengan balok kayu, karena warga setempat tidak memilih dirinya saat Pemilu 2014.
"Benar, Anselmus memblokir perumahan karena warga setempat tidak memilih dia," kata anggota Panitia Pengawas Pemilu Distrik Nabire, Micky sambil menambahkan bahwa mantan bupati Nabire itu merasa kecewa karena sudah memberikan tanahnya untuk pembangunan perumahan, namun warga setempat tidak mencoblosnya.
Bersama puluhan pendukungnya, dia menutup gapura masuk perumahan di Kampung Wadio, Kelurahan Bumi Wonorejo, Nabire, Papua. Mereka merusak pangkalan ojek dan kantor kepala desa. Massa juga sempat mengancam petugas TPS dan ketua RT setempat agar perolehan suara caleg yang didukungnya lebih banyak.
"Beberapa orang masuk rumah sakit," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Sulistyo Pudjo. Warga setempat ketakutan. Mereka tak berani keluar rumah. Situasi mereda setelah aparat keamanan bersiaga di lokasi.
Gantung Diri
Nyaris terjadi pertumpahan darah di Kabupaten Bangkalan, tepatnya di Dusun Shebuh, Desa Tobadung, Kecamatan Klampis. Kejadian bermula ketika caleg NasDem, Abdul Azis, mengecek TPS 3 di Dusun Shebah. Gerak-gerik Aziz dicurigai oleh H Halim yang merupakan caleg dari Gerindra.
Perselisihan terjadi di antara kedua caleg tersebut. Halim mengeluarkan celurit yang dibawanya dan menantang duel Abdul Azis. "Namun dapat dipisahkan oleh Kapolsek, Kasat Narkoba, sehingga mereka bisa menahan diri dan didamaikan," kata Kadiv Humas Ronny F Sompie.
Tindakan nekat dan tragis bahkan dilakukan seorang ibu muda dengan inisial S yang gagal menjadi caleg. Anggota sebuah partai asal kota Banjar, Jawa Barat ini memilih bunuh diri saat dia tidak berhasil menjadi calon anggota dewan.
Wanita itu mencalonkan diri untuk Dapil I kota Banjar dengan nomor urut 8. Namun saat mengetahui dia gagal, depresi dan bisikan setan membuat S bunuh diri dan mayatnya ditemukan di sebuah saung bambu di Dusun Limusnunggal, Desa Bangunjaya, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Ciamis.
Di Banda Aceh, para caleg yang gagal bersembunyi di rumah ketua partai. Eanm calon wakil rakyat lokal tak berani pulang ke rumah. Alasannya, mereka belum bisa membayar uang saksi yang diordernya menjaga TPS.
Salah satu caleg, Junaidi, mengaku kerap mendapat telepon dan menerima pesan singkat dari para saksi. Ia sebenarnya ingin melunasi honor saksi. Hanya saja, ia tidak punya uang. Apalagi, berdasarkan penghitungan suara internal, ia kalah. "Sekarang kami terpaksa harus menginap di rumah ketua partai."
Ketua DPD Partai Hanura Banda Aceh, Abdul Jabar mengaku belum mampu membayar honor saksi karena dana dari DPP Hanura belum dikirim. Hingga saat ini, dia berusaha mencari solusi atas kejadian ini dan berharap ada kucuran dana.
Membagi-bagikan uang dikira menjadi salah satu cara untuk menarik simpati dan itulah yang dilakukan salah satu caleg parpol (Y) di kota Bogor. Saat kampanye, Y meminta bantuan tim suksesnya yakni SB untuk memberikan ratusan buku tabungan di Kampung Muara, Kelurahan Pasirjaya, Kecamatan Bogor Barat senilai Rp50 ribu setiap buku.
Saat itu Y sangat pede bisa meraih suara. Nyatanya, ketika pemilu usai dan suara dihitung, dari total DPT yang ada 900 suara, Y hanya meraih di bawah 10 suara. Mungkin Y akhirnya menyadari apa arti pemberi harapan palsu (PHP). Dia kemudian menarik lagi buku tabungan yang sempat dibagi-bagikan itu.
Tekanan saat gagal menjadi caleg memang besar, apalagi jika mengingat besarnya uang yang harus dikeluarkan dan bingung untuk membayarnya. Banyak yang terkena stress berat seperti dialami caleg dari Tangerang ini.
Pria dari Dapil Tangerang berusia 40 tahun langsung marah-marah saat tahu bahwa dia kalah dalam pemilu. Bahkan sore harinya usai pencolblosan, dia langsung stress dan merangkak di pinggir jalan sambil membawa cangkir meminta uang kepada setiap orang yang lewat. Kalimat yang diucapkannya: "Kembalikan uang saya."
Caleg non anggota legislatif memang rentan mengalami depresi pasca Pemilu 2014. Sebab hampir seluruh biaya kampanye sesuai dengan ketentuan pasal 5 ayat 1 Undang-Undang Pemilu Nomor 8 tahun 2012, dibebankan pada caleg yang maju.
Menurut anggota Komisi IX DPR Poempida Hidayatulloh, fenomena caleg stress karena gagal menjadi anggota dewan akan ditanggung oleh negara sesuai dengan Undang-Undang Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009.
Menjadi anggota dewan ternyata menjadi impian banyak orang dan mereka rela berkorban apapun untuk mewujudkan mimpi itu. Sayangnya, mereka siap menang tetapi tidak siap kalah. Maka stress-lah yang didapat
Usai pencoblosan, caleg dari PKS, Muhammad Taufiq (50) misalnya kecewa dan marah karena perolehan suaranya minim. Pria ini ditemani Asmad (50) tiba-tiba keluar dari rumah dan mendatangi TPS 2 Dusun Cekocek, Desa Bierem, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang.
Saat itu, petugas baru saja merampungkan penghitungan suara. Tanpa permisi, Taufiq dan Asmad langsung mengambil paksa sebuah kotak suara di TPS tersebut.
"Merasa tidak puas dengan hasil perhitungan suara, kedua pelaku pergi ke TKP dan mengambil kotak suara secara paksa, kemudian dibawa ke rumah saudara Taufik," kata Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Ronny F Sompie sambil menambahkan bahwa kedua pelaku kemudian diamankan Panwascam Tambelangan.
Ulah keterlaluan dilakukan caleg yang tidak lolos seleksi pemilu legislatif . Beberapa bantuan yang sempat diberikan ke masyarakat mereka tarik lagi. Di Tulungagung, Jawa Timur seorang caleg menarik kembali sumbangan material untuk pembangunan sebuah mushola, sementara di Kolaka, Sulawesi Tenggara sebuah mushola disegel.
Pembangunan mushola di RT 2 RT 2 Desa Majan, Kecamatan Kedung Waru, Tulungagung, bisa jadi akan terhambat. Pasalnya, material bantunan Haji Miftahul Huda, seorang caleg Partai Hanura ditarik kembali, gara-gara dia kecewa karena perolehan suaranya pada pemilu legislatif 9 April lalu di luar harapan.
Material berupa 2000 batu bata, 10 zak semen dan satu truk pasir memang diberikan Miftahul Huda untuk pembangunan mushola saat masa kampanye lalu melalui salah satu tim suksesnya. Namun Miftahul menarik kembali sumbangan ini, karena di tempat ini ia hanya memperoleh 29 suara di RT 2 RW 2 Desa Majan.
Penarikan bantuan gara-gara caleg gagal juga terjadi di Sulawesi Tenggara. Seorang kepala desa di Kabupaten Kolaka menyegel sebuah sekolah Taman Kanak Kanak dan Tempat Pendidikan Anak Usia Dini. Bahkan mengancam akan mengusir seluruh guru dan kepala sekolahnya setelah dua orang caleg titipan sang kades kalah di TPS dusun ini.
Menurut Kepala Sekolah TK, Darma, dua caleg titipan kades yakni dari Partai PKP dan PDIP gagal memperoleh cukup suara. Akibat penyegelan ini sebanyak 27 siswa TK terpaksa belajar di rumahnya masing-masing
Lain lagi dengan Witarsa, sehari pascapencoblosan lelaki ini dibawa anggota keluarganya ke sebuah padepokan di Desa Sinarancang, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon. Caleg dari Partai Demokrat untuk Dapil Jabar X ini mengalami stres akibat perolehan suaranya sangat minim, sehingga gagal menjadi anggota DPRD Jawa Barat. Padahal, modal yang dikeluarkannya sangat besar.
Ketika dibawa ke padepokan itu, Witarsa masih mengenakan seragam Partai Demokrat. Dia menjalani pengobatan di padepokan dengan cara dimandikan dulu, lantas dibacakan ayat-ayat suci Al- Quran.
Saat menjalani pengobatan dari Ustadz Ujang Bustomi Witarsa bahkan sempat menangis. Dia mengaku stres karena perolehan suara untuknya sangat minim. Padahal, modal yang dikeluarkan sangat besar. Ia mengaku pusing dengan tagihan utang sebesar Rp 300 juta.
Caleg dari Partai Amanat Nasional (PAN), Anselmus Petrus Youw, nekat menutup jalan masuk Perumahan Satpol PP dengan balok kayu, karena warga setempat tidak memilih dirinya saat Pemilu 2014.
"Benar, Anselmus memblokir perumahan karena warga setempat tidak memilih dia," kata anggota Panitia Pengawas Pemilu Distrik Nabire, Micky sambil menambahkan bahwa mantan bupati Nabire itu merasa kecewa karena sudah memberikan tanahnya untuk pembangunan perumahan, namun warga setempat tidak mencoblosnya.
Bersama puluhan pendukungnya, dia menutup gapura masuk perumahan di Kampung Wadio, Kelurahan Bumi Wonorejo, Nabire, Papua. Mereka merusak pangkalan ojek dan kantor kepala desa. Massa juga sempat mengancam petugas TPS dan ketua RT setempat agar perolehan suara caleg yang didukungnya lebih banyak.
"Beberapa orang masuk rumah sakit," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Sulistyo Pudjo. Warga setempat ketakutan. Mereka tak berani keluar rumah. Situasi mereda setelah aparat keamanan bersiaga di lokasi.
Gantung Diri
Nyaris terjadi pertumpahan darah di Kabupaten Bangkalan, tepatnya di Dusun Shebuh, Desa Tobadung, Kecamatan Klampis. Kejadian bermula ketika caleg NasDem, Abdul Azis, mengecek TPS 3 di Dusun Shebah. Gerak-gerik Aziz dicurigai oleh H Halim yang merupakan caleg dari Gerindra.
Perselisihan terjadi di antara kedua caleg tersebut. Halim mengeluarkan celurit yang dibawanya dan menantang duel Abdul Azis. "Namun dapat dipisahkan oleh Kapolsek, Kasat Narkoba, sehingga mereka bisa menahan diri dan didamaikan," kata Kadiv Humas Ronny F Sompie.
Tindakan nekat dan tragis bahkan dilakukan seorang ibu muda dengan inisial S yang gagal menjadi caleg. Anggota sebuah partai asal kota Banjar, Jawa Barat ini memilih bunuh diri saat dia tidak berhasil menjadi calon anggota dewan.
Wanita itu mencalonkan diri untuk Dapil I kota Banjar dengan nomor urut 8. Namun saat mengetahui dia gagal, depresi dan bisikan setan membuat S bunuh diri dan mayatnya ditemukan di sebuah saung bambu di Dusun Limusnunggal, Desa Bangunjaya, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Ciamis.
Di Banda Aceh, para caleg yang gagal bersembunyi di rumah ketua partai. Eanm calon wakil rakyat lokal tak berani pulang ke rumah. Alasannya, mereka belum bisa membayar uang saksi yang diordernya menjaga TPS.
Salah satu caleg, Junaidi, mengaku kerap mendapat telepon dan menerima pesan singkat dari para saksi. Ia sebenarnya ingin melunasi honor saksi. Hanya saja, ia tidak punya uang. Apalagi, berdasarkan penghitungan suara internal, ia kalah. "Sekarang kami terpaksa harus menginap di rumah ketua partai."
Ketua DPD Partai Hanura Banda Aceh, Abdul Jabar mengaku belum mampu membayar honor saksi karena dana dari DPP Hanura belum dikirim. Hingga saat ini, dia berusaha mencari solusi atas kejadian ini dan berharap ada kucuran dana.
Membagi-bagikan uang dikira menjadi salah satu cara untuk menarik simpati dan itulah yang dilakukan salah satu caleg parpol (Y) di kota Bogor. Saat kampanye, Y meminta bantuan tim suksesnya yakni SB untuk memberikan ratusan buku tabungan di Kampung Muara, Kelurahan Pasirjaya, Kecamatan Bogor Barat senilai Rp50 ribu setiap buku.
Saat itu Y sangat pede bisa meraih suara. Nyatanya, ketika pemilu usai dan suara dihitung, dari total DPT yang ada 900 suara, Y hanya meraih di bawah 10 suara. Mungkin Y akhirnya menyadari apa arti pemberi harapan palsu (PHP). Dia kemudian menarik lagi buku tabungan yang sempat dibagi-bagikan itu.
Tekanan saat gagal menjadi caleg memang besar, apalagi jika mengingat besarnya uang yang harus dikeluarkan dan bingung untuk membayarnya. Banyak yang terkena stress berat seperti dialami caleg dari Tangerang ini.
Pria dari Dapil Tangerang berusia 40 tahun langsung marah-marah saat tahu bahwa dia kalah dalam pemilu. Bahkan sore harinya usai pencolblosan, dia langsung stress dan merangkak di pinggir jalan sambil membawa cangkir meminta uang kepada setiap orang yang lewat. Kalimat yang diucapkannya: "Kembalikan uang saya."
Caleg non anggota legislatif memang rentan mengalami depresi pasca Pemilu 2014. Sebab hampir seluruh biaya kampanye sesuai dengan ketentuan pasal 5 ayat 1 Undang-Undang Pemilu Nomor 8 tahun 2012, dibebankan pada caleg yang maju.
Menurut anggota Komisi IX DPR Poempida Hidayatulloh, fenomena caleg stress karena gagal menjadi anggota dewan akan ditanggung oleh negara sesuai dengan Undang-Undang Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009.
Menjadi anggota dewan ternyata menjadi impian banyak orang dan mereka rela berkorban apapun untuk mewujudkan mimpi itu. Sayangnya, mereka siap menang tetapi tidak siap kalah. Maka stress-lah yang didapat
Pendapat:
Menurut saya perbuata para
caleg ini marupakan suatu perbuatan yang tidak adil dan tidak mencerminkan
sikap yang seharusnya dilakukan para calon anggota legislatf. Seharusnya sikap
mereka harus sportif. Mereka harus bisa menerima apapun hasil dari pemilu
tersebut dan sebagai calon anggota legislative seharusnya mereka memiliki hati
nurani yang baik. Dengan kejadian tersebut mereka seolah-olah tidak memiliki
hati nurani dan merugikan dirinya sendiri dan juga orang lain. Dengan teganya
para calon anggota legislative tersebut mengambil kembali apa yang telah mereka
beri kepada warganya. Dan itu jelas merugikan sekali bagi warga tersebut
jikalau pemberian dari para caleg tersebut sudah mereka gunakan. Seharusnya
para caleg tersebut tidak bersikap demikian karena bagaimanapun juga pemiu
legislative merupakan suatu perjudian. Para caleg rela mengelontorkan banyak
uang demi mendaaykan kursi di anggota dewan dan mereka rela melakukan apa saja
demi mendapatkan jatah kursi anggota legislative. Salah satunya dengan
memberikan bantuan kepada para warganya dengan harapan dengan bantuan tersebut
para warganya akan memilih para caleg tersebut yang sudah memberikan bantuan.
Tetapi karena hasilnya tidak memuaskan akhirnya para caleg tersebut meminta
kembali apa yang telah diberikan kepada warganya. Dan menurut saya itu
merupakan perbuatan yang sangat-sangat merugikan. Saran saya seharusnya para
caleg tersebut harus berbesar hati
menerima apapun hasil yang telah diperoleh pada pemilu tersebut. Karena hasil
tersebut merupakan hasi yang mutlak. Dan ketika hasilnya tidak sesuai harapan
seharusnya para caleg tersebut lebih berintropeksi diri lagi dan bias belajar dari ksalahan
sehingga tidak menimbulkan stress bagi dirinya sendiri yang bias mengakibatkan
bunuh diri atau lebih para lagi ia bias melukai orang lain karena stress
memikirkan hasil perolehan suaranya tidak sesuai dengan harapannya.
sumber:
Selasa, 15 April 2014
Tugas 2 Kesehatan Mental
I.
Stress
A.
Arti Penting Stress
Stres
merupakan suatu kondisi anda yang dinamis saat seorang dihadapkan pada suatu
peluang, tuntutan, atau sumber daya yang terkait dengan apa yang dihasratkan
oleh seseorang itu dan yang hasilnya dipandang tidak pasti dan penting. Stress
merupakan beban rohani yang melebihi kemampuan maksimum rohani itu sendiri,
sehingga perbuatan kurang terkontrol secara sehat. (ref:edy64).
Stres tidak
selalu buruk, walaupun biasanya dibahas dalam konteks negatif, karena stres
memiliki nilai positif ketika menjadi peluang saat menawarkan potensi hasil.
Sebagai contoh, banyak profesional memandang tekanan berupa beban kerja yang
berat dan tenggat waktu yang mepet sebagai tantangan positif yang menaikkan
mutu pekerjaan mereka dan kepuasan yang mereka dapatkan dari pekerjaan mereka..
Stres bisa
positif dan bisa negatif Para peneliti berpendapat bahwa stres tantangan, atau
stres yang menyertai tantangan di lingkungan kerja, beroperasi sangat berbeda
dari stres hambatan, atau stres yang menghalangi dalam mencapai tujuan.
Meskipun riset mengenai stres tantangan dan stres hambatan baru tahap
permulaan, bukti awal menunjukan bahwa stres tantangan memiliki banyak
implikasi yang lebih sedikit negatifnya dibanding stres hambatan.
Arti Penting Strees :
Stress menurut
Hans Selye 1976 merupakan respon tubuh yang bersifat tidak spesifik terhadap
setiap tuntutan atau beban atasnya. Berdasarkan pengertian tersebut dapat
dikatakan stress apabila seseorang mengalami beban atau tugas yang berat tetapi
orang tersebut tidak dapat mengatasi tugas yang dibebankan itu, maka tubuh akan
berespon dengan tidak mampu terhadap tugas tersebut, sehingga orang tersebut
dapat mengalami stress. Respons atau tindakan ini termasuk respons fisiologis
dan psikologis.
B.
Tipe-tipe
stress
Eustress
Eustress adalah stres dalam bentuk positif. Ini adalah stres yang baik yang dapat merangsang seseorang untuk melakukan berbagai hal dengan lebih baik. Seseorang dapat merasakan situasi tertentu, seperti pekerjaan baru, atau bertemu dengan idolanya. Jenis stres ini disebut sebagai eustress, dan secara fisik dan psikologis tidak berbahaya. Sebaliknya, stres jenis ini dapat memiliki efek positif pada kesehatan dan kinerja individu, setidaknya dalam jangka pendek.
Distress
Distress, atau apa yang biasa kita sebut sebagai stress, adalah jenis stress yang memiliki efek negatif pada kesehatan fisik dan emosional. Distress sering menghasilkan emosi yang intens, seperti kemarahan, rasa takut, dan kecemasan atau panik. Terkadang, tekanan juga dapat terwujud dalam gejala fisik, seperti palpitasi, sesak napas, dan peningkatan tekanan darah.
Distress atau 'stres buruk' selanjutnya dapat diklasifikasikan menjadi tiga jenis - distres akut, gangguan akut episodik, dan penderita kronis.
Distress akut
Distres akut adalah jenis yang paling umum dari stres yang datang tiba-tiba, menjadikan kita ketakutan dan bingung. Meskipun stres akut hanya berlangsung untuk jangka waktu pendek. Stres akut sering menghasilkan reaksi'lari atau melawan'. Sebuah wawancara kerja, atau ujian dimana kita belum cukup siap adalah beberapa contoh yang bisa menyebabkan stres akut. Gejala-gejala stres akut dapat dengan mudah diidentifikasi. Gejala tersebut dapat meliputi tekanan emosional, sakit kepala, migrain, peningkatan denyut jantung, palpitasi, pusing, sesak napas, tangan atau kaki terasa dingin, dan keringat berlebihan.
Distress Episodic Akut
Istilah 'stres akut episodik' biasanya digunakan untuk situasi ketika stres akut menjadi norma. Jadi, gangguan episodik akut ditandai dengan sering mengalami stres akut. Orang-orang memiliki jenis stres ini sering menemukan diri mereka berjuang untuk mengatur kehidupan mereka dan sering menempatkan tuntutan yang tidak perlu dan tekanan pada diri mereka sendiri, yang akhirnya dapat menyebabkan kegelisahan dan lekas marah.
Orang yang menderita gangguan episodik akut selalu terburu-buru. Jenis stres dapat menyebabkan masalah yang berhubungan dengan pekerjaan, selain memburuknya hubungan interpersonal. Gejala yang paling umum stres episodik akut adalah lekas marah, sakit kepala terus-menerus, ketegangan, migrain, hipertensi, dan nyeri dada.
Distress kronis
Distress kronis adalah stres yang bertahan untuk waktu yang lama. Stres kronis biasanya berasal keadaan yang tidak dapat dikontrol. Kemiskinan, perasaan terperangkap dalam karir menjijikkan, hubungan yang bermasalah, dan pengalaman trauma masa kecil adalah beberapa contoh peristiwa atau keadaan yang dapat menyebabkan stres kronis.
Stres kronis sering menimbulkan rasa putus asa dan kesengsaraan, dan dapat mendatangkan malapetaka pada kesehatan baik fisik dan mental. Kelelahan mental dan fisik akibat stres kronis kadang-kadang dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti, serangan jantung dan stroke. Hal ini juga dapat menyebabkan depresi, kekerasan, dan bunuh diri dalam kasus yang ekstrim. Mungkin aspek terburuk dari stres kronis adalah bahwa orang terbiasa dengan jenis stres, dan sehingga sering diabaikan atau diperlakukan sebagai cara hidup. Mengobati stres kronis tidak mudah, biasanya membutuhkan perawatan medis dan tehnik manajemen stres.
Kadang-kadang stres atau Distress diklasifikasikan menjadi beberapa kategori lain, seperti physical, chemical, emotional, mental, traumatic, and psycho-spiritual. Dr Karl Albrecht, seorang konsultan manajemen, dosen, dan penulis telah mendefinisikan empat jenis stres dalam bukunya, 'Stres dan Manager'. Keempat jenis stres yang dikenal sebagai time stress, anticipatory stress, situational stress, and encounter stress.
Time stres adalah stres yang dialami ketika kita berjalan singkat atau memiliki banyak hal yang harus dilakukan dalam jangka waktu tertentu. Anticipatory stress adalah stres yang kita alami tentang masa depan. Stres situasional biasanya disebabkan oleh situasi menakutkan yang berada di luar kendali kita. Di sisi lain, ketika kita merasa cemas tentang bertemu dan berinteraksi dengan orang tertentu atau sekelompok orang, itu disebut sebagai encounter stress.
Jadi, stres ada beberapa jenis, dan dengan demikian pengobatan dan manajemen dapat sangat berbeda. Langkah pertama dari manajemen stres adalah mengidentifikasi jenis stres yang dialami, serta jenis stres (peristiwa dan pikiran) yang menciptakan stres. Sekali telah mengidentifikasi stres tertentu, kita dapat mengambil tindakan yang tepat untuk mengontrol atau mengatur mereka. Meditasi, yoga, dan teknik relaksasi lainnya, bersama dengan sikap positif terhadap kehidupan dapat membantu dalam mengendalikan stres. Tapi kadang-kadang, bantuan profesional mungkin diperlukan untuk menghilangkan atau mengontrol faktor-faktor yang memicu stres.
Eustress adalah stres dalam bentuk positif. Ini adalah stres yang baik yang dapat merangsang seseorang untuk melakukan berbagai hal dengan lebih baik. Seseorang dapat merasakan situasi tertentu, seperti pekerjaan baru, atau bertemu dengan idolanya. Jenis stres ini disebut sebagai eustress, dan secara fisik dan psikologis tidak berbahaya. Sebaliknya, stres jenis ini dapat memiliki efek positif pada kesehatan dan kinerja individu, setidaknya dalam jangka pendek.
Distress
Distress, atau apa yang biasa kita sebut sebagai stress, adalah jenis stress yang memiliki efek negatif pada kesehatan fisik dan emosional. Distress sering menghasilkan emosi yang intens, seperti kemarahan, rasa takut, dan kecemasan atau panik. Terkadang, tekanan juga dapat terwujud dalam gejala fisik, seperti palpitasi, sesak napas, dan peningkatan tekanan darah.
Distress atau 'stres buruk' selanjutnya dapat diklasifikasikan menjadi tiga jenis - distres akut, gangguan akut episodik, dan penderita kronis.
Distress akut
Distres akut adalah jenis yang paling umum dari stres yang datang tiba-tiba, menjadikan kita ketakutan dan bingung. Meskipun stres akut hanya berlangsung untuk jangka waktu pendek. Stres akut sering menghasilkan reaksi'lari atau melawan'. Sebuah wawancara kerja, atau ujian dimana kita belum cukup siap adalah beberapa contoh yang bisa menyebabkan stres akut. Gejala-gejala stres akut dapat dengan mudah diidentifikasi. Gejala tersebut dapat meliputi tekanan emosional, sakit kepala, migrain, peningkatan denyut jantung, palpitasi, pusing, sesak napas, tangan atau kaki terasa dingin, dan keringat berlebihan.
Distress Episodic Akut
Istilah 'stres akut episodik' biasanya digunakan untuk situasi ketika stres akut menjadi norma. Jadi, gangguan episodik akut ditandai dengan sering mengalami stres akut. Orang-orang memiliki jenis stres ini sering menemukan diri mereka berjuang untuk mengatur kehidupan mereka dan sering menempatkan tuntutan yang tidak perlu dan tekanan pada diri mereka sendiri, yang akhirnya dapat menyebabkan kegelisahan dan lekas marah.
Orang yang menderita gangguan episodik akut selalu terburu-buru. Jenis stres dapat menyebabkan masalah yang berhubungan dengan pekerjaan, selain memburuknya hubungan interpersonal. Gejala yang paling umum stres episodik akut adalah lekas marah, sakit kepala terus-menerus, ketegangan, migrain, hipertensi, dan nyeri dada.
Distress kronis
Distress kronis adalah stres yang bertahan untuk waktu yang lama. Stres kronis biasanya berasal keadaan yang tidak dapat dikontrol. Kemiskinan, perasaan terperangkap dalam karir menjijikkan, hubungan yang bermasalah, dan pengalaman trauma masa kecil adalah beberapa contoh peristiwa atau keadaan yang dapat menyebabkan stres kronis.
Stres kronis sering menimbulkan rasa putus asa dan kesengsaraan, dan dapat mendatangkan malapetaka pada kesehatan baik fisik dan mental. Kelelahan mental dan fisik akibat stres kronis kadang-kadang dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti, serangan jantung dan stroke. Hal ini juga dapat menyebabkan depresi, kekerasan, dan bunuh diri dalam kasus yang ekstrim. Mungkin aspek terburuk dari stres kronis adalah bahwa orang terbiasa dengan jenis stres, dan sehingga sering diabaikan atau diperlakukan sebagai cara hidup. Mengobati stres kronis tidak mudah, biasanya membutuhkan perawatan medis dan tehnik manajemen stres.
Kadang-kadang stres atau Distress diklasifikasikan menjadi beberapa kategori lain, seperti physical, chemical, emotional, mental, traumatic, and psycho-spiritual. Dr Karl Albrecht, seorang konsultan manajemen, dosen, dan penulis telah mendefinisikan empat jenis stres dalam bukunya, 'Stres dan Manager'. Keempat jenis stres yang dikenal sebagai time stress, anticipatory stress, situational stress, and encounter stress.
Time stres adalah stres yang dialami ketika kita berjalan singkat atau memiliki banyak hal yang harus dilakukan dalam jangka waktu tertentu. Anticipatory stress adalah stres yang kita alami tentang masa depan. Stres situasional biasanya disebabkan oleh situasi menakutkan yang berada di luar kendali kita. Di sisi lain, ketika kita merasa cemas tentang bertemu dan berinteraksi dengan orang tertentu atau sekelompok orang, itu disebut sebagai encounter stress.
Jadi, stres ada beberapa jenis, dan dengan demikian pengobatan dan manajemen dapat sangat berbeda. Langkah pertama dari manajemen stres adalah mengidentifikasi jenis stres yang dialami, serta jenis stres (peristiwa dan pikiran) yang menciptakan stres. Sekali telah mengidentifikasi stres tertentu, kita dapat mengambil tindakan yang tepat untuk mengontrol atau mengatur mereka. Meditasi, yoga, dan teknik relaksasi lainnya, bersama dengan sikap positif terhadap kehidupan dapat membantu dalam mengendalikan stres. Tapi kadang-kadang, bantuan profesional mungkin diperlukan untuk menghilangkan atau mengontrol faktor-faktor yang memicu stres.
c. Symptom-reducing respon tindakan
stress
Mekanisme
pertahanan diri (defense mechanism) merupakan stratregi yang tidak
disadari yang digunakan untuk mengatasi emosi negatif. Strategi ini tidak
mengubah situasi stress melainkan bertujuan untuk mengubah cara menghayati atau
memikirkan situasi. Jenis-jenis defense mechanism :
a.
Represi
Dalam
represi, impuls dan memori yang menimbulkan rasa malu, rasa bersalah atau sikap
mencela diri sendiri ditekan atau direpres masuk ke bawah sadar.
b.
Rasionalisasi
Rasionalisasi
dalam mekanisme pertahanan diri adalah bertindak dengan menggunakan motif yang
dapat diterima secara logis atau sosial, sedemikian rupa sehingga tampaknya
bertindak secara rasional. Rasionalisasi memiliki dua fungsi, yaitu
menghilangkan kekecewaan pada saat kita gagal mencapai tujuan dan merasionalisasikan
apa yang telah kita lakukan untuk menempatkan perilaku kita dalam pandangan
yang lebih menguntungkan.
c.
Pembentukan Reaksi
Pembentukan
reaksi terjadi ketika orang melakukan perbuatan yang sebaliknya dari motif yang
sesungguhnya.
d.
Proyeksi
Proyeksi
adalah perilaku seseorang yang menutupi perilakunya yang tidak layak atau
kurang baik, kemudian memproyeksikan kualitas atau sifat yang tidak baik
tersebut pada orang lain.
e.
Penyangkalan
Penyangkalan
adalah upaya untuk menolak kenyataan negatif yang ada pada diri kita atau
keluarga kita.
f.
Intelektualisasi
Intelektualisasi
adalah upaya melepaskan diri dari situasi stres dan menghadapinya dengan
menggunakan istilah-istilah yang abstrak dan intelektual.
g.
Pengalihan
Mekanisme
pertahanan yang dianggap dapat memenuhi fungsinya adalah mekanisme yang dapat
menurunkan kecemasan dan memuaskan motif yang tidak dapat dibenarkan dengan
cara melakukan pengalihan ke aktivitas lain.
d.
pendekatan problem solving terhadap tindakan stress
Strategi
coping yang spontan mengatasi stress
Taylor (1991) mengemukakan 8
strategi coping yang berbeda: (a) Konfrontasi, (b) mencari dukungan sosial, (c)
merencanakan pemecahan masalah dikaitkan dengan ‘problem-focused coping’.
Strategi coping lainnya memfokuskan pada pengaturan emosi: (d) kontrol diri,
(e) membuat jarak, (f) penilaian kembali secara positif (positive reappraisal), (g) menerima tanggung jawab dan (h)
lari/penghindaran (escape/avoidance) (Taylor,
1991). Tetapi penelitian lainnya menetapkan jumlah dan jenis strategi coping
yang berbeda. Contohnya, Cohen & Lazarus (1983) memberikan 5 cara coping,
Vingerhoets dkk. (1990) 7 cara dan Sarafino (1990) mengidentifikasi 6 cara
coping. Carver, Scheier dkk bahkan memberikan 13 skala yang berbeda (Eiser,
1990).
Perlu diketahui, bahwa tidak ada
satu pun metode yang dapat digunakan untuk semua situasi stress. Tidak ada
strategi coping yang paling berhasil. Strategi coping yang paling efektif
adalah strategi yang sesuai dengan jenis stress dan situasi (Rutter, 1983).
Keberhasilan coping lebih tergantung pada penggabungan strategi coping yang
sesuai dengan ciri masing-masing kejadian yang penuh stress, dari pada mencoba
menemukan satu strategi coping yang paling berhasil (Taylor, 1991).
II.
Hubungan Interpersonal
a.
Model-model
hubungan interpersonal
Ada
empat buah model yang dapat digunakan untuk menganalisa hubungan interpersonal
(Rakhinat, 1991), meliputi:
a.Model
pertukaran sosial (social exchange model)
Model
ini mendefinisikan hubungan interpersonal sebagai suatu transaksi dagang yang
akan raemberikan keuntungan bagi individu.
Model ini mendorong individu memikirkan setiap keuntungan
dan keragian dari hubungan yang terjalin. Individu yang merasa tidak memperoleh
keuntungan saina sekali maka ia akan berusaha mencari hubungan yang lain yang
memberinya keuntungan. Keuntungan dan kerugian ini dinilai berdasarkan tingkat
perbandingan sebagai tikurau staudiir beriipn pengalaman masa lalu atau
alternatif hubungan lain yang terbuka baginya,
b.Model peranan {role model)
Hubungan interpersonal adalah panggung sandiwara yang
setiap orang harus memainkan peranannya sesuai "naskah" yang dibuat
masyarakat. Hubungan ini akan berkembang bila individu bertindak sesuai
kewajiban atau tugas yang berkaitan dengan posisi tertentu, desakan sosial yang
memaksa individu untuk memenuhi peranannya, kemampuan meraerankan peranan
tertentu, serta mampu menghindari konflik peranan bila individu tidak sanggup
mempertemukan berbagai peranan yang kontradiktif.
c. Model permainan (the"game people play"model')
Hubungan interpersonal sebagai ajang menampilkan salah
satu aspek kepribadian individu (orang tua, dewasa, anak). Dikenai sebagai
analisis transaksional.
d.Model interaksional
Hubungan interpersonal
merupakan
suatu sistem yang memiliki sifat-sifat struktural, integralif dan medan yang
masing-masing saling terkait raembentuk kesatuan skala yang cenderung
memelihara dan mempertahankan kesatuan. Artinya, hubungan interpersonal melihat
karakteristik individu yang terlibat, sifat kelompok, individu, tujuan,
inetode, pelaksanaan dan pennainan yang dilakukan (gabungan dari model
pertukaran, peranan dan pennainan).
Menurut Reis dan Patrick (1996 dalam Hewstone, Fincham
dan Foster, 2005), orang akan mengidentifikasi hubungan yang menyenangkan
ketika:
a.
Caring : kita merasa orang lain cinta dan perhatian pada kita. Kita merasa
senang jika teman sebaya kita memberikan perhatian kepada kita. Apabila kita
mengalami kesusahan dan teman kita berempati maka kita pasti akan merasa nyaman
berteman dengan mereka.
b.
Understanding : orang lain memahami kita. Hubungan yang menyenangkan akan
terjadi apabila kita bisa saling memahami satu sama lain. Contohnya adalah
ketika teman kita sedang berada di situasi yang tidak mengenakan, kita harus
memahaminya dengan cara tidak membuat suasana menjadi semakin runyam.
c.
Validating : orang lain menunjukkan penerimaannya pada kita. Contohnya adalah
kita merasa nyaman berteman dengan teman kita karena mereka memberikan respon
terhadap apa yang kita lakukan dan menerima segala kelebihan dan kekurangan
kita.
Tahapan hubungan interpersonal
Menurut
Knapp, siklus hubungan terbagi menjadi :
1.
Tahap Memulai (Initiating)
Merupakan
usaha-usaha yang sangat awal yang kita lakukan dalam percakapan dengan
seseorang yang baru kita kenal. Seperti contohnya ketika ingin berkenalan
dengan teman baru, kita menanyakan namanya dan bagaimana kabarnya.
2.Tahap
Penjajagan (Experimenting)
Merupakan
fase dimana kita mencoba topik-topik percakapan untuk mengenal satu sama lain.
Misalnya kita berbasa-basi dengan teman yang baru kita kenal. Ini bertujuan
agar bisa mengetahui pribadi masing-masing.
3.
Penggiatan (Intesifying)
Menandai
awal keintiman, berbagi informasi pribadi dan awal informalitas yang lebih
besar.
Dalam
fase ini seseorang sudah mulai menceritakan masalah pribadinya dan sudah mulai
terbuka kepada temannya.
4.
Pengintegrasian (integrating)
Terjadi
bila dua orang mulai menganggap diri mereka sebagai pasangan. Keduanya secara
aktif memupuk semua minat, sikap dan kualitas yang tampaknya membuat mereka
unik sebagai pasangan.
5.
Pengikatan (Bounding)
Adalah
tahap yang lebih formal atau ritualistic, bisa berbentuk pertunangan atau
perkawinan, namun “berhubungan tetap” juga merupakan suatu bentuk pengikatan
b.
Pembentukan
Kesan dan ketertarikan interpersonal
Pembentukan
persepsi interpersonal menunjukkan bahwa persepsi diawali
dengan observasi terhadap seseorang, kemudian terjadi proses
atribusi dan disposisi atau pengaturan dan
pengintegrasian seluruh faktor yang berperan
dalam persepsi secara terintegrasi sehingga membentuk suatu kesan terhadap objek persepsi. pembentukan kesan dapat timbul melalui dua cara, yaitu: (a) stimulus yang diterima
melalui observasi memperoleh
penilaian atau atribusi, pengelolaan atau disposisi, dan interpretasi secara terintegrasi dengan keseluruhan
aspek yang memengaruhi persepsi serta
pribadi person yang terlibat dalam proses interaksi,
atau (b) stimulus yang diterima menimbulkan kesan secara langsung melalui penilaian sesaat tanpa proses atribusi,
disposisi, dan integrasi. Selanjutnya, faktor personal seperti karakteristik
pribadi, pengalaman,
hubungan personal sebelumnya, motif-motif; serta faktor situasional sangat berperan dalam persepsi
interpersonal. Oleh karena itu,
dalam persepsi interpersonal dapat terjadi kekeliruan persepsi yang dapat
bersumber dari faktor personal pada diri penanggap.
c.
Intimasi
dan hubungan pribadi
Intimasi atau ketertarikan adalah
sebuah fenomena yang dialami dan dirasakan oleh setiap individu didalam
kehidupannya, terkadang ketertarikan itu berawal dari sebuah proses interaksi
antara satu individu dengan individu lainnya.
Daya tarik hubungan
interpersonal merupakan faktor penyebab terjadinya hubungan interpersonal. Ada
faktor internal dan juga faktor eksternal. Faktor Internal (Baron dan Byrne,
2008). Faktor internal adalah faktor dalam diri kita
meliputi dua hal, yaitu kebutuhan untuk berinteraksi (need for affiliation) dan pengaruh perasaan.
Interaksi antara satu orang dengan orang yang lain bisa terjadi di mana saja, misalnya di rumah, sekolah, kantor pos,
kantin, dan lain- lain. Namun, kebutuhan untuk saling berinteraksi dengan
orang-orang disekitar kita berbeda-beda satu sama lain.
Dalam menjalin suatu hubungan
ada beberapa faktor yang mempengaruhi:
1. Faktor perasaan
2. Kedekatan
3. Daya tarik fisik
Dengan adanya ketiga faktor
tersebut maka akan terjadi hubungan tingkat lanjut yang kita kenal dengan
intimasi. Intimasi ini tentunya merupakan hubungan yang bersifat lebih
personal. Hubungan interpersonal yang didasarkan atas tingkat kedalaman atau
keintiman, yaitu hubungan biasa dan hubungan akrab atau intim. Hubungan biasa
merupakan hubungan yang sama sekali tidak dalam atau impersonal atau ritual.
Sedangkan hubungan akrab atau intim ditandai dengan penyingkapan diri
(self-disclosure). Makin intim suatu hubungan, makin besar kemungkinan
terjadinya penyingkapan diri tentang hal-hal yang sifatnya pribadi. Hubungan
intim terkait dengan jangka waktu, dimana keintiman akan tumbuh pada jangka
panjang. Karena itu hubungan intim akan cenderung dipertahankan karena
investasi yang ditanamkan individu di dalamnya dalam jangka waktu yang lama
telah banyak. Hubungan ini bersifat personal dan terbebas dari hal-hal yang
ritual.
Sumber :
http://adelia-gustitia-fpsi12.web.unair.ac.id/artikel_detail-62548-Psikoloi%20Umum%20I-Hubungan%20Interpersonal.html.
Diakses pada tanggal 23 Oktober 2012
Jumat, 28 Maret 2014
Kesehatan Mental (tulisan 1)
1. Penjabaran
diri
Saya
itu seorang putra sulung dari dua bersaudara, karena saya anak pertama sehingga
saya diharuskan mencontohkan hal-hal yang baik untuk ditunjukkan kepada adik
saya. Beberapa kelebihan yang saya miliki adalah saya mempunyai rasa percaya
diri yang tinggi, pandai berkomunikasi baik di depan umum atau dengan
orang-orang yang ada di sekitar saya. Saya sangat senang dalam bergabung dengan
organisasi, ini disebabkan karena saya senang mempunyai banyak teman. Dalam hal
pergaulan pun, saya tidak suka memilih-milih pertemanan, saya berteman dengan
siapa saja. Dan saya bisa menjadi pendengar yang baik jika ada teman-teman saya
bercerita tentang masalahnya kepada saya. Di dalam hal beribadah, saya tidak
menunda-nunda kewajiban saya untuk melaksanakan sholat 5 waktu, kecuali apabila
ada hal yang mendesak sehingga saya harus melewatkan kewajiban tersebut.
Dibalik
segala kelebihan, saya juga memiliki kekurangan. Terkadang saya merasa pemalu
dan tidak percaya diri untuk menjalani kehidupan sehari-hari saya. Saya merasa
tidak percaya diri apabila dalam mengerjakan tugas-tugas kuliah secara
individu, saya merasa takut untuk menulis apa yang saya pikirkan karena saya
takut salah. Selain itu, saya merupakan tipe orang yang cemburuan di dalam hal
berhubungan dengan berbeda jenis. Saya tidak suka apabila perempuan yang sudah
berkomitmen dengan saya, berdekatan dengan laki-laki lain, apalagi laki-laki
tersebut bukan orang yang saya kenal. Saya sangat cuek terhadap segala
permasalahan, dan saya sering menganggap sepele tentang semua hal, sekalipun
hal itu penting untuk saya.
2. Contoh berita
Diiming-imingi
Blackberry, Siswi SMP Diperkosa 10 Pemuda
Sabtu, 06 April 2013 15:42
Seorang siswi
SMP Kelas 2 di Jakarta Selatan menjadi korban pemerkosaan oleh 10 pemuda.
Korban berinisial E 14 tahun digilir usai berkenalan dengan pelaku berinisial I
lewat situs jejaring Facebook.
"Kejadian (perkosaan) 1 Maret 2013. Dan kenalnya (dengan pelaku) di Facebook," kata ERS kepada Liputan6.com di Jakarta, Sabtu (6/4/2013).
Korban E diduga diperkosa lebih dari 10 pemuda yang merupakan teman tongkrongan I di kawasan Condet, Jakarta Timur. Sebelum diperkosa, korban diiming-imingi pelaku I akan diberikan ponsel BlackBerry.
"Dia bilang mau ketemuan, dengan janji mau kasih ponsel BlackBerry. Sampai (dia) bersumpah mau kasih, tapi enggak tahunya enggak dikasih," kata E.
Ibu korban berinisial S mengatakan saat kejadian korban E sempat menghilang selama 3 hari.
"Karena anak saya E 3 hari tidak pulang dari 1 Maret 2013 lalu saya pun lapor ke Polsek Pasar Minggu pada 3 Maret. Kemudian kasus itu saya laporkan ke Mapolres Jakarta Timur 6 Maret," imbuh ibu S.
Ibu S mengaku khawatir dengan keselamatan putrinya itu. Terlebih, ada penemuan mayat mutilasi.
"Besoknya, ada berita mutilasi. Saya khawatir dan minta keponakan saya Dimas (25) bersama temannya untuk mencari sambil membawa foto korban," imbuh S.
Korban E akhirnya ditemukan di Condet sedang dibonceng motor seseorang. Korban ditemukan tanggal 5 Maret pukul 05.00 WIB dan dibawa pulang ke rumah.
"Begitu korban E pulang, dia langsung meluk saya. Dia menangis terus dan saya tenangkan dia. Saya lihat di lehernya banyak merah bekas cupangan (gigitan). Saya suruh dia tidur sampai jam 12 malam," tukas Ibu S.
Selain melaporkan kejadian itu ke Mapolres Jakarta Timur, ERS dan Ibu S juga mengadu ke Komnas Perlindungan Anak pada Sabtu siang. (Adi).
"Kejadian (perkosaan) 1 Maret 2013. Dan kenalnya (dengan pelaku) di Facebook," kata ERS kepada Liputan6.com di Jakarta, Sabtu (6/4/2013).
Korban E diduga diperkosa lebih dari 10 pemuda yang merupakan teman tongkrongan I di kawasan Condet, Jakarta Timur. Sebelum diperkosa, korban diiming-imingi pelaku I akan diberikan ponsel BlackBerry.
"Dia bilang mau ketemuan, dengan janji mau kasih ponsel BlackBerry. Sampai (dia) bersumpah mau kasih, tapi enggak tahunya enggak dikasih," kata E.
Ibu korban berinisial S mengatakan saat kejadian korban E sempat menghilang selama 3 hari.
"Karena anak saya E 3 hari tidak pulang dari 1 Maret 2013 lalu saya pun lapor ke Polsek Pasar Minggu pada 3 Maret. Kemudian kasus itu saya laporkan ke Mapolres Jakarta Timur 6 Maret," imbuh ibu S.
Ibu S mengaku khawatir dengan keselamatan putrinya itu. Terlebih, ada penemuan mayat mutilasi.
"Besoknya, ada berita mutilasi. Saya khawatir dan minta keponakan saya Dimas (25) bersama temannya untuk mencari sambil membawa foto korban," imbuh S.
Korban E akhirnya ditemukan di Condet sedang dibonceng motor seseorang. Korban ditemukan tanggal 5 Maret pukul 05.00 WIB dan dibawa pulang ke rumah.
"Begitu korban E pulang, dia langsung meluk saya. Dia menangis terus dan saya tenangkan dia. Saya lihat di lehernya banyak merah bekas cupangan (gigitan). Saya suruh dia tidur sampai jam 12 malam," tukas Ibu S.
Selain melaporkan kejadian itu ke Mapolres Jakarta Timur, ERS dan Ibu S juga mengadu ke Komnas Perlindungan Anak pada Sabtu siang. (Adi).
Pendapat saya:
Menurut saya
kasus ini merupakan kasus yang luar biasa karena seorang siswi berusia 14 tahu
digilir (diperkosa) dengan 10 pemuda. Dan kasus ini bukan yang pertama. Menurut
saya si korban ini di iming-imingi sebuah smartphone yang pada jaman skrng
banyak orang yang ingin memilikinya. Karena motivasi tersebut lah si korban
ingin bertemu kenalannya di facebook padahal sebelumnya ia sama sekali tidak
mengenal pelaku dan teman-emannya. Sangat mengenaskan memang kasus ini karena
hanya karena sebuah smartphone kegadisan wanita berusia 14 tahun direnggut oleh
10 pria. Oleh karena itu kita harus benar-benar menjaga anak,adik ataupun
saudara perempuan kita terutama ketika mereka sudah mehir mengguakan jejaring social.
Sebab tidak semua orang yang berada di jejaring sosial itu orang baik-baik.
Sumber :
Liputan6.com
Langganan:
Postingan (Atom)