Jumat, 28 Maret 2014

Kesehatan Mental (tulisan 1)



1. Penjabaran diri
Saya itu seorang putra sulung dari dua bersaudara, karena saya anak pertama sehingga saya diharuskan mencontohkan hal-hal yang baik untuk ditunjukkan kepada adik saya. Beberapa kelebihan yang saya miliki adalah saya mempunyai rasa percaya diri yang tinggi, pandai berkomunikasi baik di depan umum atau dengan orang-orang yang ada di sekitar saya. Saya sangat senang dalam bergabung dengan organisasi, ini disebabkan karena saya senang mempunyai banyak teman. Dalam hal pergaulan pun, saya tidak suka memilih-milih pertemanan, saya berteman dengan siapa saja. Dan saya bisa menjadi pendengar yang baik jika ada teman-teman saya bercerita tentang masalahnya kepada saya. Di dalam hal beribadah, saya tidak menunda-nunda kewajiban saya untuk melaksanakan sholat 5 waktu, kecuali apabila ada hal yang mendesak sehingga saya harus melewatkan kewajiban tersebut.
Dibalik segala kelebihan, saya juga memiliki kekurangan. Terkadang saya merasa pemalu dan tidak percaya diri untuk menjalani kehidupan sehari-hari saya. Saya merasa tidak percaya diri apabila dalam mengerjakan tugas-tugas kuliah secara individu, saya merasa takut untuk menulis apa yang saya pikirkan karena saya takut salah. Selain itu, saya merupakan tipe orang yang cemburuan di dalam hal berhubungan dengan berbeda jenis. Saya tidak suka apabila perempuan yang sudah berkomitmen dengan saya, berdekatan dengan laki-laki lain, apalagi laki-laki tersebut bukan orang yang saya kenal. Saya sangat cuek terhadap segala permasalahan, dan saya sering menganggap sepele tentang semua hal, sekalipun hal itu penting untuk saya.

2. Contoh berita

Diiming-imingi Blackberry, Siswi SMP Diperkosa 10 Pemuda
Sabtu, 06 April 2013 15:42
Seorang siswi SMP Kelas 2 di Jakarta Selatan menjadi korban pemerkosaan oleh 10 pemuda. Korban berinisial E 14 tahun digilir usai berkenalan dengan pelaku berinisial I lewat situs jejaring Facebook.

"Kejadian (perkosaan) 1 Maret 2013. Dan kenalnya (dengan pelaku) di Facebook," kata ERS kepada Liputan6.com di Jakarta, Sabtu (6/4/2013).

Korban E diduga diperkosa lebih dari 10 pemuda yang merupakan teman tongkrongan I di kawasan Condet, Jakarta Timur. Sebelum diperkosa, korban diiming-imingi pelaku I akan diberikan ponsel BlackBerry.

"Dia bilang mau ketemuan, dengan janji mau kasih ponsel BlackBerry. Sampai (dia) bersumpah mau kasih, tapi enggak tahunya enggak dikasih," kata E.

Ibu korban berinisial S mengatakan saat kejadian korban E sempat menghilang selama 3 hari.

"Karena anak saya E 3 hari tidak pulang dari 1 Maret 2013 lalu saya pun lapor ke Polsek Pasar Minggu pada 3 Maret. Kemudian kasus itu saya laporkan ke Mapolres Jakarta Timur 6 Maret," imbuh ibu S.

Ibu S mengaku khawatir dengan keselamatan putrinya itu. Terlebih, ada penemuan mayat mutilasi.

"Besoknya, ada berita mutilasi. Saya khawatir dan minta keponakan saya Dimas (25) bersama temannya untuk mencari sambil membawa foto korban," imbuh S.

Korban E akhirnya ditemukan di Condet sedang dibonceng motor seseorang. Korban ditemukan tanggal 5 Maret pukul 05.00 WIB dan dibawa pulang ke rumah.

"Begitu korban E pulang, dia langsung meluk saya. Dia menangis terus dan saya tenangkan dia. Saya lihat di lehernya banyak merah bekas cupangan (gigitan). Saya suruh dia tidur sampai jam 12 malam," tukas Ibu S.

Selain melaporkan kejadian itu ke Mapolres Jakarta Timur, ERS dan Ibu S juga mengadu ke Komnas Perlindungan Anak pada Sabtu siang. (Adi).



Pendapat saya:
Menurut saya kasus ini merupakan kasus yang luar biasa karena seorang siswi berusia 14 tahu digilir (diperkosa) dengan 10 pemuda. Dan kasus ini bukan yang pertama. Menurut saya si korban ini di iming-imingi sebuah smartphone yang pada jaman skrng banyak orang yang ingin memilikinya. Karena motivasi tersebut lah si korban ingin bertemu kenalannya di facebook padahal sebelumnya ia sama sekali tidak mengenal pelaku dan teman-emannya. Sangat mengenaskan memang kasus ini karena hanya karena sebuah smartphone kegadisan wanita berusia 14 tahun direnggut oleh 10 pria. Oleh karena itu kita harus benar-benar menjaga anak,adik ataupun saudara perempuan kita terutama ketika mereka sudah mehir mengguakan jejaring social. Sebab tidak semua orang yang berada di jejaring sosial itu orang baik-baik.

Sumber : Liputan6.com
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar