1. Penjabaran
diri
Saya
itu seorang putra sulung dari dua bersaudara, karena saya anak pertama sehingga
saya diharuskan mencontohkan hal-hal yang baik untuk ditunjukkan kepada adik
saya. Beberapa kelebihan yang saya miliki adalah saya mempunyai rasa percaya
diri yang tinggi, pandai berkomunikasi baik di depan umum atau dengan
orang-orang yang ada di sekitar saya. Saya sangat senang dalam bergabung dengan
organisasi, ini disebabkan karena saya senang mempunyai banyak teman. Dalam hal
pergaulan pun, saya tidak suka memilih-milih pertemanan, saya berteman dengan
siapa saja. Dan saya bisa menjadi pendengar yang baik jika ada teman-teman saya
bercerita tentang masalahnya kepada saya. Di dalam hal beribadah, saya tidak
menunda-nunda kewajiban saya untuk melaksanakan sholat 5 waktu, kecuali apabila
ada hal yang mendesak sehingga saya harus melewatkan kewajiban tersebut.
Dibalik
segala kelebihan, saya juga memiliki kekurangan. Terkadang saya merasa pemalu
dan tidak percaya diri untuk menjalani kehidupan sehari-hari saya. Saya merasa
tidak percaya diri apabila dalam mengerjakan tugas-tugas kuliah secara
individu, saya merasa takut untuk menulis apa yang saya pikirkan karena saya
takut salah. Selain itu, saya merupakan tipe orang yang cemburuan di dalam hal
berhubungan dengan berbeda jenis. Saya tidak suka apabila perempuan yang sudah
berkomitmen dengan saya, berdekatan dengan laki-laki lain, apalagi laki-laki
tersebut bukan orang yang saya kenal. Saya sangat cuek terhadap segala
permasalahan, dan saya sering menganggap sepele tentang semua hal, sekalipun
hal itu penting untuk saya.
2. Contoh berita
Diiming-imingi
Blackberry, Siswi SMP Diperkosa 10 Pemuda
Sabtu, 06 April 2013 15:42
Seorang siswi
SMP Kelas 2 di Jakarta Selatan menjadi korban pemerkosaan oleh 10 pemuda.
Korban berinisial E 14 tahun digilir usai berkenalan dengan pelaku berinisial I
lewat situs jejaring Facebook.
"Kejadian (perkosaan) 1 Maret 2013. Dan kenalnya (dengan pelaku) di Facebook," kata ERS kepada Liputan6.com di Jakarta, Sabtu (6/4/2013).
Korban E diduga diperkosa lebih dari 10 pemuda yang merupakan teman tongkrongan I di kawasan Condet, Jakarta Timur. Sebelum diperkosa, korban diiming-imingi pelaku I akan diberikan ponsel BlackBerry.
"Dia bilang mau ketemuan, dengan janji mau kasih ponsel BlackBerry. Sampai (dia) bersumpah mau kasih, tapi enggak tahunya enggak dikasih," kata E.
Ibu korban berinisial S mengatakan saat kejadian korban E sempat menghilang selama 3 hari.
"Karena anak saya E 3 hari tidak pulang dari 1 Maret 2013 lalu saya pun lapor ke Polsek Pasar Minggu pada 3 Maret. Kemudian kasus itu saya laporkan ke Mapolres Jakarta Timur 6 Maret," imbuh ibu S.
Ibu S mengaku khawatir dengan keselamatan putrinya itu. Terlebih, ada penemuan mayat mutilasi.
"Besoknya, ada berita mutilasi. Saya khawatir dan minta keponakan saya Dimas (25) bersama temannya untuk mencari sambil membawa foto korban," imbuh S.
Korban E akhirnya ditemukan di Condet sedang dibonceng motor seseorang. Korban ditemukan tanggal 5 Maret pukul 05.00 WIB dan dibawa pulang ke rumah.
"Begitu korban E pulang, dia langsung meluk saya. Dia menangis terus dan saya tenangkan dia. Saya lihat di lehernya banyak merah bekas cupangan (gigitan). Saya suruh dia tidur sampai jam 12 malam," tukas Ibu S.
Selain melaporkan kejadian itu ke Mapolres Jakarta Timur, ERS dan Ibu S juga mengadu ke Komnas Perlindungan Anak pada Sabtu siang. (Adi).
"Kejadian (perkosaan) 1 Maret 2013. Dan kenalnya (dengan pelaku) di Facebook," kata ERS kepada Liputan6.com di Jakarta, Sabtu (6/4/2013).
Korban E diduga diperkosa lebih dari 10 pemuda yang merupakan teman tongkrongan I di kawasan Condet, Jakarta Timur. Sebelum diperkosa, korban diiming-imingi pelaku I akan diberikan ponsel BlackBerry.
"Dia bilang mau ketemuan, dengan janji mau kasih ponsel BlackBerry. Sampai (dia) bersumpah mau kasih, tapi enggak tahunya enggak dikasih," kata E.
Ibu korban berinisial S mengatakan saat kejadian korban E sempat menghilang selama 3 hari.
"Karena anak saya E 3 hari tidak pulang dari 1 Maret 2013 lalu saya pun lapor ke Polsek Pasar Minggu pada 3 Maret. Kemudian kasus itu saya laporkan ke Mapolres Jakarta Timur 6 Maret," imbuh ibu S.
Ibu S mengaku khawatir dengan keselamatan putrinya itu. Terlebih, ada penemuan mayat mutilasi.
"Besoknya, ada berita mutilasi. Saya khawatir dan minta keponakan saya Dimas (25) bersama temannya untuk mencari sambil membawa foto korban," imbuh S.
Korban E akhirnya ditemukan di Condet sedang dibonceng motor seseorang. Korban ditemukan tanggal 5 Maret pukul 05.00 WIB dan dibawa pulang ke rumah.
"Begitu korban E pulang, dia langsung meluk saya. Dia menangis terus dan saya tenangkan dia. Saya lihat di lehernya banyak merah bekas cupangan (gigitan). Saya suruh dia tidur sampai jam 12 malam," tukas Ibu S.
Selain melaporkan kejadian itu ke Mapolres Jakarta Timur, ERS dan Ibu S juga mengadu ke Komnas Perlindungan Anak pada Sabtu siang. (Adi).
Pendapat saya:
Menurut saya
kasus ini merupakan kasus yang luar biasa karena seorang siswi berusia 14 tahu
digilir (diperkosa) dengan 10 pemuda. Dan kasus ini bukan yang pertama. Menurut
saya si korban ini di iming-imingi sebuah smartphone yang pada jaman skrng
banyak orang yang ingin memilikinya. Karena motivasi tersebut lah si korban
ingin bertemu kenalannya di facebook padahal sebelumnya ia sama sekali tidak
mengenal pelaku dan teman-emannya. Sangat mengenaskan memang kasus ini karena
hanya karena sebuah smartphone kegadisan wanita berusia 14 tahun direnggut oleh
10 pria. Oleh karena itu kita harus benar-benar menjaga anak,adik ataupun
saudara perempuan kita terutama ketika mereka sudah mehir mengguakan jejaring social.
Sebab tidak semua orang yang berada di jejaring sosial itu orang baik-baik.
Sumber :
Liputan6.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar