Kamis, 28 Januari 2016

Sistem Informasi Psikologi Tugas 4



1.DESAIN SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI
      Pada pembahasan kali ini desain sistem informasi psikologi merupakan sebuah sistem yang digunakan untuk memperoleh informasi yang berkaitan dengan psikologi yang dapat bermanfaat bagi penggunanya. Contohnya adalah pengaplikasian SIP dalam kehidupan yaitu penggunaan teknologi dalam pengambilan data tes psikologi, dalam hal ini umumnya komputer (komputerisasi alat tes psikologi).
      Menurut Kusrini & Andri Kaniyo (2007) informasi adalah data yang sudah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi pengguna, yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ini atau mendukung sumber informasi. ta yang digunakan untuk pengambilan keputusan.
     Menurut Heru Basuki (2008), bahwa psikologi itu adalah ilmu pengetahuan ilmiah yang mempelajari perilaku, sebagai menifestasi dari kesadaran proses mental, aktivitas motorik, kognitif, & emosional.
2.      Membuat sistem untuk mengelola informasi dalam psikologi
            Dalam kesempatan kali ini saya akan membahas sebuah desain sistem informasi psikologi mengenai  alat tes memory dengan tujuan dari alat tes memory ini  adalah untuk melihat bahwa recall bisa dirasakan dari bagaimana pola-pola yang berbeda dan mengindikasikan bahwa objek diingat dengan baik bila mereka diingat secara detail pada penampakan memori implisit dan eksplisit.

Memory
            Memori adalah lemari kaca tempat khayalan disimpan, peti harta tempat logika dijaga, pintu depan tempat kesadaran masuk, dan sekaligus sebuah dewan penasihat bagi pikiran-pikiran kita (Basile, dalam Solso, Maclin & Maclin, 2008). Memory adalah elemen pokok dalam sebagian besar proses kognitif, bagaimana informasi disimpan, dan diambil kembali. Memori bersifat dikotomi, artinya manusia mengamati sejumlah objek, informasi memasuki memori dan kemudian hilang, sedangkan beberapa informasi menetap di memori selamanya.
            Menurut Wade & Tavris (2007) memori adalah kemampuan manusia untuk memiliki dan mengambil kembali suatu informasi dan juga struktur yang mendukung kemampuan ini. Memori adalah suatu bentuk kompetensi, tanpa memori manusia selemah bayi yang baru lahir, tidak mampu melakukan aktivitas yang paling mudah sekalipun dalam keseharian. Memori juga memungkinkan manusia memiliki identitas diri, setiap manusia merupakan kumpulan dari memorinya sendiri, hal ini menyebabkan individu terancam apabila ada seseorang yang mempertanyakan memorinya.

3.      Menggunakan komputer sebagai alat bantu pengolahan informasi
Pada zaman sekarang dengan perkembangan teknologi yang pesat saat ini banyak alat tes yang dirancang dengan menggunakan media elektronik khususnya komputer karena dengan adanya alat tes yang digunakan melalui media elektronik atau komputer ini dapat memudahkan para user atau pengguna dalam melakukan tes dan dapat memberikan efisiensi waktu karena hasil tes dapat dilihat langsung. Contoh yang termasuk aplikasi sistem informasi dalam bidang psikologi saya mengambil salah satu contoh dalam tes psikologi kognitif melalui media elektronik atau komputer dalam melihat memory seseorang. berikut ini tampilan dalam tes memory



Untuk masuk kedalam aplikasi, Anda dapat mengklik start lalu pilih all program selanjutnya klik CP3, Lab In Cognition atau arahkan kursor pada program Lab in Cognition pada layar desktop Anda, kemudian double click pada icon CP3. Kemudian akan tampil pada layar komputer Anda, tampilan seperti diatas


Muncul perintah untuk study dimana Anda diminta untuk memperhatikan dengan teliti gambar dan kata yang muncul. Setelah selesai dengan study, lalu Anda dapat langsung ke tahap interpolated dimana Anda diminta untuk menyesuaikan kata dan warna yang telah tersedia. Selanjutnya, akan muncul perintah untuk test 1. Pada test 1, Anda diminta untuk mengingat dan menuliskan gambar dan kata apa saja yang sudah Anda lihat pada tahap study dengan menggunakan bahasa inggris. Setelah selesai, klik done.

Muncul perintah pada test 2 yang isinya Anda diminta untuk melengkapi kata dengan mengisi kata yang hilang dengan cara mengetik huruf yang berada di keyboard sehingga akan membentuk kata yang sempurna.




Setelah itu, Anda dapat melanjutkannya pada test 3 yang isi perintahnya adalah Anda diminta untuk menebak gambar apa yang ditutupi oleh balok. Balok-balok tersebut akan menghilang satu per satu dan ketika Anda sudah mulai dapat menebaknya, maka Anda dapat memilih jawabannya pada pilihan yang sudah tersedia. Setelah itu percobaan selesai, maka klik OK.


Sistem Informasi Psikologi Tugas 3



A.    PENGERTIAN SISTEM INFORMASI BERBASIS COMPUTER (CBIS)
            Computer based information sistem atau CBIS sebenernya mengacu pada sistem informasi yang dikembangkan berbasis teknologi computer adalah suatu sistem pengolah data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dipergunakan untuk suatu alat bantu pengambilan keputusan. CBIS sebenarnya mengacu pada evolusi sistem informasi yang berbasiskan komputer yang tahaannya memperlihatkan perkembangan kemajuan teknologi sistem informasi sekaligus pemanfaatannya oleh orang-orang yang berkepentingan dalam perusahaan. Sistem Informasi “berbasis komputer” mengandung arti bahwa komputer memainkan peranan penting dalam sebuah sistem pembangkit informasi. Dengan integrasi yang dimiliki antar subsistemnya, sistem informasi akan mampu menyediakan informasi yang berkualitas, tepat, cepat dan akurat sesuai dengan manajemen yang membutuhkannya.
     CBIS biasanya dibedakan menjadi beberapa tipe aplikasi (Fanta, 2007) yaitu :
1)      Transaction Processing Systems (TPS)
merupakan sistem informasi terkomputerisasi yang dikembangkan untuk memproses sejumlah besar data untuk transaksi bisnis rutin.
2)        Sistem Informasi Manajemen (SIM)
Yaitu sebuah sistem informasi pada level manajemen yang berfungsi untuk membantu perencanaan, pengendalian, dan pengambilan keputusan dengan menyediakan resume rutin dan laporan-laporan tertentu.
3)        Decision Support System (DSS)
Adalah sistem informasi pada level manajemen dari suatu organisasi yang mengobinasikan data dan modek analisis cangguh atau peralatan data analisis untuk mendukung pengambilan yang semi terstruktur dan tidak terstruktur.
4)      Expert System (ES)
ES merupakan representasi pengetahuan yang menggambarkan cara seorang ahli dalam mendekati suatu masalah. ES lebih berpusat pada bagaimana mengodekan dan memanipulasi pengetahuan dari informasi.

  1. EVOLUSI SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER
1)      Berfokus pada data (EDP/SIA)
Pada awalnya nama aplikasi akuntansi berbasis komputer ini adalah pengolahan data elektronik atau EDP kemudian berubah menjadi Dar Processing atau DP dan Sistem Informasi Akuntasi atau SIA. Menurut Rama dan Jones (2008), SIA merupakan subsistem MIS atau bisa juga disebut Management information system dan keuangan.
Menurut Umar (2005), SIA merupakan sistem informasi akuntansi yang melaksanakan akuntansi perusahaan, aplikasi ini ditandai dengan pengolahan data yang tinggi. Aplikasi SIA menggunakan computer hanya untuk pengolahan data perusahaan yang bersifat sederhana, di mana informasi untuk manajemen masih merupakan produk sampingan.
2)      Berfokus pada informasi sistem informasi manajemen (SIM)
SIM adalah sebuah sistem informasi pada level manajemen yang berfungsi untuk membantu perencanaan, pengendalian, dan pengambilan keputusan dengan menyediakan resume rutin dan laporan-laporan tertentu. Konsep utama SIM yaitu menghendaki bahwa aplikasi komputer mempunyai tujuan utama untuk menyajikan informasi.
Rama dan Jones (2008) menyebutkan SIM adalah suatu sistem yang menangkap data tentang satu organisasi, menyimpan dan memelihara data, serta menyediakan informasi yang berguna bagi manajemen. SIM dapat dipandang sebagai suatu kumpulan subsistem yang menyediakan informasi untuk fungsi-fungsi seperti produksi, pemasaran, sumber daya manusia, serta akuntansi dan keuangan.
3)      Berfokus pada pendukung keputusan (SPK/SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN)
Sistem komputer yang interaktif yang membantu pembuat keputusan dalam menggunakan dan memanfaatkan data serta model untuk memecahkan masalah yang tidak terstruktur.
4)      Berfokus pada komunikasi (Office Automatitation)
OA atau Office Automatitation dapat memudahkan komunikasi dan meningkatkan produktivitas diantara penggunanya melalui alat-alat elektronik. OA atau Office Automatitation meliputi seluruh sistem elektronik formal maupun informal yang terutama berhubungan dengan komunikasi informasi ke dan dari orang-orang di dalam maupun di luar perusahaan. Menurut McLeod dan Schell (2008), Satu keunggulan OA addalah adanya fakta bahwa ia memberikan suatu smbungan komunikasi bagi orang-orang di dalam dan di luar perusahaan untuk saling berkomunikasi satu sama lain.

5)      Berfokus pada konsultasi (Sistem Pakar)
Program komputer yang berfungsi seperti manusia, adalah yang memberi konsultasi kepada pemakai mengenai cara pemecahan masalah.
Output system pakar :
Ø  Penjelasan pertanyaan
Ø  Penjelasan pemecahan masalah

  1. LINGKUP DATA
1)      Hierarki Data    
Tingkatan data dapat disusun kedalam sebuah hirarki, mulai dari yang paling sederhana hingga yang paling kompleks.  
a.       basis data, adalah sekumpulan dari bermacam-macam tipe record yang memiliki hubungan antar record.
b.      berkas/file, adalah sekumpulan rekaman data yang berkaitan denngan suatu objek.
c. record , adalah sekumpulan data item yang saling berhubungan terhadap obyek tertentu yaitu:
- fixed length record, yang berarti semua field dalam record memiliki ukuran yang tetap.
- Variabel length record, merupakan field-field yang ada di dalam record dapat memiliki ukuran berbeda dan metode penandaan yang digunakan adalah : end of record marker, indikator panjang, dan tabel posisi record
2)      Penyimpanan sekunder ( secondary storage)
Merupakan sarana penyimpanan yang berada satu tingkat di bawah memori utama sebuah komputer dalam hirarki memori. Tidak seperti memori utama komputer, penyimpanan sekunder tidak memiliki hubungan langsung dengan prosesor melalui bus, sehingga harus melewati M/K.
Penyimpanan sekunder adalah piringan optic yang terdiri dari :
Ø  Laserdisk
Ø  Compact disk termasuk WORM dan rewriteable disk
Ø  Digital Video Disk


3)      Pemrosesan Data
Pemrosesan data adalah jenis pemrosesan yang dapat mengubah data menjadi informasi atau pengetahuan. Pemrosesan data ini sering menggunakan komputer sehingga bisa berjalan secara otomatis. Setelah diolah, data ini biasanya mempunyai nilai yang informatif jika dinyatakan dan dikemas secara terorganisir dan rapi, maka istilah pemrosesan data sering dikatakan sebagai sistem informasi. Kedua istilah ini mempunyai arti yang hampir sama, pemrosesan data mengolah dan memanipulasi data mentah menjadi informasi.
a.       Pemrosesan Batch
Pengolahan batch meliputi pengumpulan transaksi dan pemrosesan semuanya sekaligus, dalam Batch.
b.      Pemrosesan Online
Pengolahan online meliputi pengolahan transaksi satu per satu, kadang saat terjadinya transaksi itu. Karena pengolahan online berorientasi transaksi, istilah pemrosesan transaksi  sering digunakan. Kita akan akan menggunakan istilah online karena pemrosesan transaksi juga dapat berarti pengolahan data.
c.       System Real Time
Nama lainnya adalah Sistem waktu nyata. Sistem ini harus menghasilkan respon yang tepat dalam batas waktu yang telah ditentukan. Jika respon komputer melewati batas waktu tersebut, maka terjadi degradasi performansi atau kegagalan sistem. Sebuah Real time system adalah sistem yang kebenarannya secara logis didasarkan pada kebenaran hasil-hasil keluaran sistem dan ketepatan waktu hasil-hasil tersebut dikeluarkan. Aplikasi penggunaan sistem seperti ini adalah untuk memantau dan mengontrol peralatan seperti motor, assembly line, teleskop, atau instrumen lainnya.
  1. DATABASE
Database atau disebut juga sebagai basis data, berasal dari kata basis dan data. basis berarti markas atau gudang, tempat bersarang atau berkumpul. Adapun data yaitu representasi fakta dunia nyata yang mewakili suatu objek seperti manusia, barang, hewan, peristiwa, konsep, keadaan, dan sebagainya. Menurut Djahir dan Pratita (2015), Basis data atau database adalah kumpulan file yang saling berelasi yang disimpan dalam media penyimpanan elektronik.
Martin (dalam Sutabri, 2005) menjelaskan bahwa database adalah suatu kumpulan data yang terhubung yang disimpan secara bersama-sama pada suatu media, tidak terulang dan dikontrol dengan cara tertentu sehingga mudah di gunakan atau ditampilkan kembali, dapat digunakan oleh satu atau lebih program aplikasi secara optimal, data disimpan tanpa ketergantungan kepada program yang akan menggunakannya, dapat ditambah, diambil, dimodifikasi  dengan mudah dan terkontrol.

1)      Era Awal Permulaan Database ditandai dengan :
Ø  Pengulangan data
Ø  Ketergatungan data
Ø  Kepemilikan data yang tersebar

2)      Konsep Database yaitu :
Ø  Yaitu integrasi logis dari catatan-catatan file.
Ø  Tujuan dari konsep database adalah meminimumkan pengulangan dan mencapai independensi data.
Ø  Independensi data adalah kemampuaan untuk membuat perubahan dalam struktur data tanpa membuat perubahan pada program yang memproses data.
Ø  Independensi data dicapai dgn menempatkan spesifikasi dalam tabel & kamus yg terpisah secara fisik dari program.
Ø  Program mengacu pada tabel untuk mengakses data.
3)      Saat mengambil konsep Database, Struktur Database menjadi :
Ø  Database
Ø  File
Ø  Catatan
Ø  Elemen data
4)      Keunggulan dan Kelemahan Database dan Database Management System  (DBMS)
a)      Keunggulan DBMS
1.      Mengurangi pengulangan data.
2.      Mencapai independensi data.
Ø  Spesifikasi data disimpan dalam tiap program aplikasi.
Ø  Perubahan dapat dibuat pada struktur data tanpa mempengaruhi program yang mengakses data.
3.      Mengintegrasikan data dari beberapa file.
Ø  Saat file dibentuk sehingga menyediakan kaitan logis, organisasi fisik tidak lagi menjadi kendala.
4.      Mengambil data dan informasi secara cepat.
·         Suatu hubungan yang logis query language memungkinkan pemakai mengambil data dalam hitungan detik atau menit.
5.      Meningkatkan keamanan.
·         Baik DBMS mainframe maupun komputer mikro dapat menyertakan beberapa lapis keamanan seperti kata sandi, directori pemakai, dan bahasa sandi.

b)      Kelemahan DBMS
a)      Memperoleh perangkat lunak yang mahal.
b)      Memperoleh konfigurasi perangkat keras yang besar.
c)      Memperkerjakan dan mempertahankan staf DBA.

E.     PERANAN DATABASE DAN DBMS DALAM MEMECAHKAN MASALAH (DALAM PSIKOLOGI)
·         Dalam memecahkan masalah psikologi Database dan DBMS dapat mengembangkan aplikasi-aplikasi tes psikologi yang dapat memajukan ilmu psikologi yang berbasis computer, dalam menyimpan data-data jauh lebih aman karena data disimpan terpusat, menegakkan kendala keamanan jauh lebih mudah. dan juga dapat mengintegrasikan data dari file-file. Adapun peratan database yaitu untuk  menentukan kebutuhan data dengan mengikuti pendekatan berorientasi masalah atau pendekatan model perusahaan dan beberapa peranan DBMS adalah data yang berulang dalam bentuk multifile duplikat maupun data duplikat dalam satu file, Data dan program menyatu, dan kebutuhan untuk mengintegrasikan data dari file-file.



F.      SISTEM PENGOLAHAN DATA
1)      Pengertian dasar dan tujuan pengolahan data
Adalah suatu penggambaran fakta , pengertian instruksi yang dapat disampaikan dan diolah oleh manusia atau mesin. Contoh : data berupa angka , karakter, alphabet, simbol, gambar, suara dll. Pengolahan data adalah Pengubahan atau transformasi simbol-simbol seperti nomor dan huruf untuk tujuan peningkatan kegunaannya, Sistem Pengolahan Data adalah Sistem yang melakukan pengolahan data. Sedangkan Tujuan pengolahan data adalah ntuk mengambil informasi asli dan dari data tersebut menghasilkan informasi lain dalam bentuk yang berguna yaitu berupa hasil.
2)      Tugas pengolahan data
a)      Pengumpulan data, adalah yang dapat menggambarkan tiap-tiap tindakan internal suatu perusahaan dan dapat menggambarkan transaksinya dengan lingkungan. Transaksi jika tindakan memberikan barang dan jasa pada lingkungan dengan melibatkan elemen lingkungan.
b)      Pengubahan data, menjadi bentuk yang dapat digunakan, yaitu :
Ø  Pengklasifiksian, elemen data dimasukan ke dalam record untuk digunakan sebagai kode untuk mengidentifikasi dan mengelompokkan record. Kode adalah satu karkter atau lebih yang digunkan untuk tujuan pengidentifikasian. Contoh record penggajian, diberi kode no. karyawan, no.bagian dan kelas gaji.
Ø  Penyortiran, record disusun dalam urutan tertentu berdasarkan pada kode atau elemen data yang lain.
Ø  Pengkalkulasian, operasi aritmatika dan logika dilakukan pada elemen data yang menghasilkan elemen data tambahan.
Ø  Perekapitulasian, ringkasan dat dalam bentuk total dan subtotal.
c)      Penyimpanan data, sampai diperlukan. Tiap transaksi dijelaskan dengan beberapa elemen data. Salah satu contohnya adalah record penjualan mengidentifikasikan siapa yang melakukan pembelian  atau bisa juga disebut nomor pelanggan, berapa banyak yang dibeli  atau kuantitas, kapan atau tanggal penjualan. Data dapat disimpan dalam bebagai media magnetis, seperti tape dan disk, dan file seperti itu biasa disebut database.
d)     Pembuatan dokumen, sistem pengolahan data menghasilkan output yang akan digunakan oleh perorangan atau kelompok baik didalam mupun diluar perusahaan.
Output diadakan dengan dua cara yaitu sebagai berikut :
Ø  Dengan suatu tindakan, output dihasilkan ketika suatu terjadi. Contoh : tagihan yang disiapkan setiap kali pesanan pelanggan dipenuhi.
Ø  Dengan penjadualan waktu, output dihsilkan pada wktu tertentu. Contoh : cek gaji yang disiapkan tiap minggu.
3)      Contoh sistem pengolahan data
Komputer sangat berguna untuk melakukan tugas pengolahan data dalam dunia akuntansi data yang didapat kemudian diinput dan data tersebut diolah melalui komputer lalu selanjutnya mendapatkan sebuah hasil dari pengolahan data.
4)      Peranan pemrosesan data dalam pemecahan masalah
Data yang telah diolah memberikan sumbangan terhadap pemecahan masalah dengan dua cara. Ia menghasilkan laporan standar yang merekapitulasi kondisi keuangan perusahaan, dan ia memberikan database dari data internal yang digunakanoleh subsistem CBIS yang lain. Mudah untuk mengetahui bagaimana karyawan dapat menggunakan keyboard dan mungkin printer dalam pemecahan masalah. Dengan memberikan hubungan komunikasi antara karyawan dengan komputer. Unit seperti itu menjalankan peranan langsung dalam pemecahan masalah yang dihadapi.


G.    SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
1)        Pengertian dasar SIM
SIM adalah Kumpulan dari manusia dan sumber daya modal di dalam suatu organisasi yang bertanggung jawab mengumpulkan dan mengolah data untuk mengahasilkan informasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen di dalam kegiatan perencanaan dan pengendalian. Menurut E.Cushing (dalam Erma, 2012). Sedangkan Pendapat lain dikemukakan oleh Gordon B.Davis (dalam Erma, 2012) SIM adalah Suatu serapan teknologi baru kepada persoalan keorganisasian dalam pengolahan transaksi dan pemberian informasi bagi kepentingan organisasi. Pengertian lain dari SIM adalah Suatu sistem yang saling bekerja sama yang terdiri dari kumpulan orang, alat, serta prosedur dan merupakan satu kesatuan yang saling berinteraksi dan berkesinambungan serta dirancang untuk mengumpulkan, memilih, menganalisis, mengevaluasi, dan mendistribusikan informasi yang baik dan siap pakai guna menghasilkan perencanaan, implementasi, dan pengendalian manajemen yang baik.
2)      Konsep sistem informasi Organisasional
Sistem organisasional ini memiliki hubungan antara sistem dan organisasi. Bagaimana sistem tersebut dapat bisa terorganisasi dengan baik. Sistem itu sendiri adalah seperangkat komponen yang saling berhubungan dan saling bekerjasama untuk mencapai beberapa tujuan. Sistem informasi adalah kumpulan hardware dan software komputer, prosedur, dokumentasi, formulir dan orang yang bertanggung jawab untuk memperoleh, menggerakkan, manajemen, distribusi data dan informasi. Setiap organisasi perusahaan mempunyai sejumlah sistem informasi yang berbeda satu sama lain dimana sistem tersebut memberikan informasi secara terus menerus kepada pihak pemakai pada semua tingkat
3)      Peranan SIM dalam pemecahan masalah
Peranan SIM dalam pemecahan masalah adalah suatu sistem informasi manajemen dapat menjadi sebuah satu kesatuan yang saling bekerja sama dari kumpulan orang, alat dan prosedur yang berinteraksi untuk menganalisis, mengevaluasi dan mendistribusikan informasi.

H.    SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN
1)      Maksud pembuatan keputusan dan teori-teori yang menjelaskannya
Beberapa sistem informasi manajemen mengalami kegagalan dan kegagalan ini telah meyakinkan para spesialis informasi bahwa harus ada cara lain yang dapat membantu para pihak pencari pemecahan masalah mengambil keputusan dengan begitu muncul sistem pendukung pengambilan keputusan dicetuskan  oleh G Anthony Gorry dan Michael S Scott Morton, mereka yakin bahwa suatu sistem seharusnya dibuat untuk pemecahan masalah dan masalah tertentu.
2)      Konsep, pengertian dasar, dan tujuan SPK
a.       Konsep SPK
Konsep Dasar Sistem Penunjang Keputusan atau SPK Merupakan sebuah sistem yang mampu memberikan kemampuan, baik kemampuan memecahkan masalah maupun mengkomunikasikan untuk masalah semi terstruktur.
b.      Pengertian dasar SPK
Menurut Suryadi dan Ramdhani (2002), SPK merupakan pengembangan lebih lanjut dari Sistem Informasi Manajemen terkomputerisasi yang dirancang sedemikian rupa sehingga bersifat interaktif dengan pemakainya.
c.       Tujuan SPK
Menurut Marimin (2005), Ada tiga  tujuan yang harus dicapai SPK yaitu :
1.      Membantu manajer membuat keputusan untuk memecahkan masalah semi terstruktur.
2.      Mendukung penilaian manajer bukan mencoba menggantikannya.
3.      Meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan daripada efisiensinya.
3)      Model SPK
Model yang terkenal yang yang diajukan oleh Herbert A, Simon akan digunakan sebagai dasar untuk menjelaskan proses pengambilan keputusan . model ini terdiri dari tiga tahap pokok yaitu:
a.       Penyelidikan
Penyelidikan dilakukan untuk mempelajari lingkungan atas kondisi yang memerlukan keputusan. Data mentah diperoleh, diolah, dan diuji untuk dijadikan petunjuk yang dapat mengindentifikasi persoalan yang ada.
b.      Perancangan
Pada perancangan ini adalah cara mendaftar, mengembangkan, dan menganalisa arah tindakan yang mungkin. Hal ini meliputi proses-proses untuk memahami persoalan, menghasilkan pemecahan, dan menguji kelayakan pemecahan masalah tersebut.
c.       Pemilihan
Memilih arah tindakan dari semua yang ada, pilihan ditentukan dan dilaksanakan.
4)      Pemodelan matematis beserta keuntungan dan kerugian
Ø  Keuntungan :
1.      Proses pembuatan model dapat menajdi pengalaman belajar. Dapat dipastikan, pada setiap proyek model dipelajari sesuatu yang baru mengenai sistem fisik.
2.      Kecepatan proses simulasi menyediakan kemampuan untuk mengevaluasi dampak keputusan dalam jangka waktu singkat. Dalam hitungan menit, dapat dibuat simulasi operasi perusahaan untuk beberapa bulan, kuartal, atau tahun.
3.      Model menyediakan daya prediksi suatu pandangan ke masa depan yang tidak dapat disediakan oleh metode penghasil informasi lain.
Ø  Kerugian :
1.      Kesulitan pembuatan model akan mengahsilkan suatu model yang tidak meangkap semua pengaruh pada entitas.
2.      Keahlian matematika tingkat tinggi diperlukan untuk mengembangakn sendiri model-model yang lebih komplek.
5)      SPK berkelompok
Adalah kemampuaan dukungan keputusan kelompok melalui peranti lunak yang berorientasi pada kelompok atau suatu sistem berbasis komputer yang mendukung kelompok orang yang ikut terlibat dalam satu tugas bersama dan menyediakan interface bagi suatu lingkungan yang digunakan secara bersama. Dan Sistem Penunjang Keputusan kelompok (GDSS) adalah sistem berdasarkan komputer interaktif yang memudahkan pemecahan atas masalah tak terstruktur oleh beberapa set pembuat keputusan yang bekerja sama sebagai suatu kelompok.
6)      Peranan SPK dalam pemecahan masalah
GDSS mempunyai konntribusi pada pemecahan masalah dengan berkomunikasi yang lebih baik yang memungkinkan keputusan yang lebih baik dengan menjagadiskusi terfokus pada masalah yang menyebabkan kita dapat menghemat waktu. Dengan penghematan waktu tersebut dapat digunakan untuk mengidentifikasi lebih banyak lagi alternatif.





















Daftar Pustaka

Djahir, Y., dan Pratita, D. (2015). Bahan ajar sistem informasi manajemen. Yogyakarta: Deepublish.

Erma_sova.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/30576/SIM.pdf  definisi sim

E.S. Margianti, D. Suryadi, Seri Diktat Kuliah: Sistem Informasi Manajemen,
Gunadarma, Jakarta, 1994

Fatta, H. A. (2007). Analisis dan perancangan sistem informasi: Untuk keunggulan bersaing perusahaan dan organisasi modern. Yogyakarta: ANDI.

Hall, J. A. (2007). Sistem informasi akuntansi (Edisi 4). Jakarta: Salemba Empat.

Kadir, A. (2000). Konsep dan tuntutan praktis basis data. Yogyakarta: ANDI.
Nuraida. I, (2008). Manajemen administrasi perkantoran. Yogyakarta: KANISIUS

http://www.elearning.gunadarma.ac.id/index.php?option=com_wrapper&Itemid=36